Wikipedia

Search results

CONTOH FORMAT CARA ARTIKEL ARTIKEL OBSERVASI TUGAS KULIAH


STUDY ANALISI PENERAPAN METODE CERAMAH DI SDN TEGALGONDO, MALANG JAWA TIMUR
Muhammad Syailan ( 201810430311052 )
Universitas Muhammadiyah Malang


             Abstrak
                The research objectives related to this research are to determine the effect of using the Lecture Method in Islamic Religious Education subjects at SDN Tegalgondo Class IV, Malang, East Java. This method is most often used by teachers in order to explain the material, with the hope that after being given the explanation students understand and understand. This method emphasizes the activeness of the teacher while students are more passive. This method is widely used, because this method is easy to implement.
This research is a type of research to determine the application of the lecture method and the results of applying the lecture method in the Tegalgondo State Elementary School, Malang, East Java. The subjects of this study were teachers and students in class IV Tegalgondo State Elementary School. Determination of the subject is to see how the implementation of the lecture method by the teacher then how the students' responses to the methods conveyed by the teacher. Data collection techniques carried out by interviewing and documenting teachers and students during the learning process. Data sources were analyzed descriptively qualitatively.
                The results showed that, on observations made on Wednesday, November 27, 2019 regarding the application of the lecture method at Tegalgondo Elementary School, Malang, East Java. The teacher is more talkative and active while the students are passive. And in the learning process is on the teacher. Thus, that the application of the teacher's lecture method is the main source of information while students are more than good listeners.
Keyword:  Application of the Lecture Method
Abstract
          Adapun tujuan penelitian yang berkaitan dengan penelitian ini adalah Untuk mengetahui pengaruh penggunaan Metode Ceramah pada Mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SDN Tegalgondo Kelas IV,Malang Jawa Timur. Metode ini paling sering digunakan oleh guru dalam rangka untuk menjelaskan materi, dengan harapan setelah diberi penjelasan tersebut siswa mengerti dan faham. Metode ini lebih menekankan keaktifan guru sedangkan siswa lebih bersifat pasif. Metode ini banyak sekali dipakai, karena metode ini mudah dilaksanankan.
          Penelitian ini termasuk jenis penelitian untuk mengetahui penerapan metode ceramah serta hasil dari penerapan metode ceramah di Sekolah Dasar Negeri Tegalgondo, Malang Jawa Timur. Subjek penelitian ini adalah guru dan siswa di kelas IV Sekolah Dasar Negeri Tegalgondo. Penentuan subjek adalah  dengan melihat bagaimana penerapag metode ceramah oleh guru kemudian bagaimanan respon balik siswa terhadap metode yang disampaikan guru. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara mewawancarai serta mendokumentasi guru dan siswa saat proses pembelajaran berlangsung. Sumber data dianalisis secara deskriptif kualitatif.
                                Hasil penelitian menunjukan bahwa, pada observasi yang dilakukan pada hari Rabu, 27 November 2019 mengenai penerapan metode ceramah di Sekolah Dasar Tegalgondo, Malang Jawa Timur. Guru lebih banyak berbicara dan aktif sedangkan siswa bersifat pasif. Serta dalam proses pembelajaran bersifat pada guru. Dengan demikian, bahwa penerapan metode ceramah guru adalah sebagai sumber informasi yang utama sedangkan siswa lebih hanya sebagai pendengar yang baik.

Kata Kunci : Penerapan Metode Ceramah




A.    PENDAHULUAN
Kurangnya minat siswa dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dibuktikan berdasarkan survei Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat UIN Jakarta yang dilakukan oleh Jamhari Makruf , PhD, terhadap guru-guru agama di sejumlah sekolah (SMA, MA, dan MTs, dan SMP) menyebutkan, bahwa pengajaran Pendidikan Agama Islam oleh guru-guru agama sangat tidak menarik bagi murid-murid, sehingga monoton dan membosankan. " hal tersebut menunjukkan bahwa pengajaran Pendidikan Agama Islam membosankan. Ini tidak saja terjadi di Indonesia, tetapi juga di luar negeri. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat kita lihat, saat ini Pendidikan Agama Islam menjadi salah satu pembelajaran yang diaggap kurang menarik. Untuk dapat meningkatkan minat dan prestasi siswa dalam pembelajaran dibutuhkan pengembangan cara mengajar atau metode mengajar yang menarik sehingga proses pembelajaran dapat berjalan dengan baik.
Di dalam dunia pendidikan kita mengenal banyak metode pembelajaran, namun dalam penelitian ini, peneliti lebih menekankan dua metode pembelajaran yang cukup populer sampai saat ini digunakan yaitu metode ceramah dan diskusi. Metode ceramah merupakan metode mengajar yang sangat populer digunakan guru sejak zaman dahulu. Hal tersebut dikarenakan penggunaaan metode ceramah dirasa lebih mudah dilakukan dan tidak membutuhkan banyak perlengkapan. Namun seiring berjalannya waktu metode ceramah dianggap membosankan dan membuat siswa menjadi pasif dalam mengikuti pembelajaran sehingga tercetuslah CBSA (Cara Belajar Siswa Aktif). Didalam CBSA terdapat satu metode mengajar yang cukup populer digunakan saat ini yaitu metode diskusi.
            Ketika peneliti terlihat tidak selamanya hasil belajar siswa yang menggunakan metode ceramah memiliki hasil yang kurang memuaskan. Begitu pula sebaliknya, tidak selamanya hasil belajar siswa yang menggunakan metode diskusi dapat mencapai hasil yang maksimal. Sehingga peneliti berkeinginan untuk mengamati proses pembelajaran yang dilakukan didalam kelas yang menggunakan metode ceramah dan metode diskusi.
Seperti sudah diketahui secara umum, mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di sekolah-sekolah umum memiliki waktu yang lebih minim dibanding dengan sekolah- sekolah madrasah. Sehingga kegiatan pembelajarannya pun lebih sedikit. Dalam penelitian ini peneliti ingin mengamati bagaimana proses.
Adapun tujuan penelitian yang berkaitan dengan penelitian ini adalah Untuk mengetahui pengaruh penggunaan Metode Ceramah pada Mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SDN Tegalgondo Kelas IV,Malang Jawa Timur.

B.     METODE PENELITIAN
Menurut Suharsimi Arikunto (2010: 77), eksperimen semu adalah jenis komparasi yang membandingkan pengaruh pemberian suatu perlakuan (treatment) pada suatu objek (kelompok eksperimen) serta melihat besar pengaruh perlakuannya. Desain penelitian yang digunakan adalah Pretest - Posttest Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah kelas IV SDN Tegalgondo, Malang Jawa Timur.
Pada penelitian  yang dilaksanalan pada  Rabu, 27 November 2019 sampel yang diteliti berdasarkan hasil simple random sampling adalah kelas IV SDN Tegalgondo, Malang Jawa Timur untuk perlakuan eksperimen. Variabel penelitian ini yakni metode ceramah.
Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah teknik wawancara, kuesioner, dan dokumentasi. Data "mentah" yang terlihat dalam catatan tertulis lapangan dipilih, disederhanakan dan difokuskan. Data yang telah direduksi atau dirangkum kemudian disusun secara teratur dan terperinci dalam beberapa bagian sesuai dengan permasalahannya. Data tersebut kemudian dijabarkan dan dibandingkan antara satu dengan yang lain. kegiatan analisis sudah termasuk dalam sajian data. Setelah data direduksi, kegiatan selanjutnya menyusun kesimpulan dari data yang telah diperoleh sejak awal penelitian.

C.    HASIL DAN PEMBAHASAN
A.    Penerapan metode ceramah pada pembelajaran Pendidkan Agama Islam di Sekolah Dasar Tegalgondo, Malang Jawa Timur
Pada observasi yang dilakukan pada tanggal 27 November 2019 guru di Sekolah Dasar Tegalgondo menggunakan Metode Ceramah. Metode ceramah ialah, penerangan dan penuturan secara lisan oleh guru terhadap kelas. Dengan kata lain dapat pula dimaksudkan, bahwa metode ceramah atau lecturing itu adalah suatu cara penyajian atau penyampaian informasi melalui penerangan dan penuturan secara lisan oleh guru terhadap siswanya. Peneliti dapat menyimpulakan diatas bahwa metode ceramah merupakan metode mengajar dengan menyampaikan informasi dan pengetahuan secara lisan kepada sejumlah siswa yang pada umumnya mengukuti secara pasif, dan metode ini merupakan salah satu metode klasik yang banyak digunakan oleh tenaga pengajar Dari hasil observasi dan wawancara terhadap guru yang mengajar, bahwasanya para guru dalam menyampaikan materi pelajaran kepada peserta didik kebanyakan mengugunakan metode ceramah. Dalam arti guru sangat berperan aktif, dimana guru dengan sungguh- sungguh memberikan suatu keterangan dan penjelasan secara mendetail dan mendalam tentang segala informasi yang ada hubungannya dengan topik pembahasan. Sedangkan para peserta didik biasanya didalam menerima materi pelajaran, yaitu peserta didik hanya mendengarkan dan mencatat apa yang ditangkap, Pada metode ceramah peserta didik lebih bersifat pasif dibandingkan guru. Bukti dapat kita lihat pada gambar dibawah ini :


                                                                        Gambar Guru Menggunakan Ceramah

Pada gambar diatas guru menggunakan metode ceramah dimana guru tersebut menjelasakan pelajaran Agama Islam Materi Keteladanan Nabi Ayyub A.s. peserta didik mendengarkan penjelasan guru dengan seksama. Disini peran guru lebih aktif dibandingan peserta didik.
           Berdasarkan hasil temuan pada observasi yang dilaksanakan pada 27 November 2019 guru juga menggunakan Model Pembelajaran Discovery Learning. Bukti tersebut dapat dilihat pada gambar dibawah ini :


                                                                                     Guru Menggunakan Model Discovery Learning
Pada gambar diatas guru menyuruh siswanya untuk menganalisis materi yang dipelajari. Saat itu guru berperan sebagai pembimbing dengan memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar secara aktif, sebagaimana pendapat guru harus dapat membimbing dan mengarahkan kegiatan belajar siswa sesuai dengan tujuan, mengkategorikan, menganalisis, mengintegrasikan, mereorganisasikan bahan serta membuat kesimpulan. Selain itu guru juga menggunakan pendekatan Saintific dan Konsep. Bukti tersebut dapat dilihat pada gambar dibawah ini :

                                                                          Guru Menggunakan Pendekatan Saintific dan Konsep
Pada gambar diatas terlihat bahwa guru menggunakan pendekatan saintic dan konsep. Dimana konsep dimana guru mengarahkan peserta didik meguasai konsep secara benar dengan tujuan agar tidak terjadi kesalahan konsep (miskonsepsi). Konsep adalah klasifikasi perangsang yang memiliki ciri-ciri tertentu yang sama. Konsep merupakan struktur mental yang diperoleh dari pengamatan dan pengalaman. Pada pendekatan konsep ini guru mengarahkan siswa secara langsung menyajikan konsep tanpa memberi kesempatan kepada siswa untuk menghayati bagaimana konsep itu diperoleh.
Namun perlu diketahui juga bahwa untuk menggunakan metode ceramah yang secara murni itu tidaklah mudah, maka dalam pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Agama Islam perlu menaruh perhatian untuk mengkombinasakan dengan teknik-teknik penyajian lain sehingga proses belajar mengajar yang dilaksakan dapat berlangsung dengan intentif.

D.    SIMPULAN
Pada observasi yang dilakukan pada tanggal 27 November 2019 dapat disimpulkan bawah penerapan penerapan Metode Ceramah di Sekolah Dasar Negeri Tegalgondo, Malang Jawa Timur adalah guru lebih banyak aktif dibandingkan siswa. Kemudian guru juga sebagai sumber informasi yang utama. Selain itu, guru menggunakan Model Discovery Learning dimana guru berperan sebagai pembimbing dengan memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar secara aktif, sebagaimana pendapat guru harus dapat membimbing dan mengarahkan kegiatan belajar siswa sesuai dengan tujuan. Kemudian yang terakhi guru menggunakan Model Saintific dan Konsep dimana guru mengarahkan peserta didik meguasai konsep secara benar dengan tujuan agar tidak terjadi kesalahan konsep (miskonsepsi). Konsep adalah klasifikasi perangsang yang memiliki ciri-ciri tertentu yang sama.

DAFTAR PUSTAKA

Syaiful Sagala, Konsep dan Makna Pembelajaran untuk Memecahkan Problematika Belajar dan Mengajar, (Bandung: Alfaveta, 2009), h. 201
Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan Zain, Strategi Belajar Mengajar, (Jakarta: PT Rineka Cipta, 2006), h. 97
Ramayulis, Metodelogi Pendidikan Agama Islam, (Ja karta : kalam Mulia, 2008), hal 269